Sabtu, 03 Januari 2015

Themeji Seharusnya Berpesiar dari Singapura ke Thailand di Hari Ulang Tahunnya
Minggu, 4 Januari 2015 | 07:26 WIB
KOMPAS.com/SABRINA ASRIL Korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 Themeji Thejakusuma (45), yang identitasnya berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster and Victim Identification (DVI).


SURABAYA, KOMPAS.com - Tim Disaster and Victim Identification akhirnya berhasil mengidentifikasi salah satu jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 yaitu Themeji Thejakusuma (45), warga Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (3/1/2015). Pengungkapan identitas Themeji ternyata bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-45 tahun pada 3 Januari 2015. 

Kakak Themeji, Fandi Theja Kusuma (52) mengungkapkan, kepergian adiknya ke Singapura salah satunya untuk memeringati hari ulang tahunnya. Sebuah perayaan spresial sudah dirancang bersama keluarga terdekatnya yakni sang suami Charly Theja Kusuma (48), ibunda Jo Indri (80) dan ketiga anaknya yaitu Stephanie Jie (21), Steven Gunawan (19), dan Stevie (9).

Menurut Fandi, rencananya, Themeji dan keluarga ada menggunakan kapal pesiar dari Singapura menuju Thailand. Liburan ini menjadi impian Themeji sekaligus menikmati pergantian tahun dan perayaan usia barunya. Akan tetapi, nahas bagi Theeji. Pesawat yang ditumpanginya jatuh di perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada Minggu (28/12/2014) lalu.

"Di situ enggak ada yang aneh, kamijuga tahu kalau mereka mau liburan ke Singapura tanggal 28 Desember naik pesiar dari Singapura ke Thailand," kata Fandi, saat dijumpai di rumah duka, Sabtu kemarin.

Fandi terakhir bertemu Themeji pada 26 Desember 2014. Rencananya, lanjut Fandi, setelah tiba di Bandara Changi, keluarga ini akan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan travel ke pelabuhan. Perjalanan sudah dirancang jauh hari dan dijadwalkan akan kembali ke tanah air pada 6 Januari 2015.

Themeji juga telah meminta nomor telepon Singapura milik Fandi yang baru saja kembali dari Negeri Singa itu beberapa waktu lalu. Di hari keberangkatannya, Themeji sempat memberitahukan akan segera menaiki pesawat. Pemberitahuan itu merupakan komunikasi terakhir keluarga dengan Themeji.

Selanjutnya, nomor telepon Fandi yang dipakai Themeji tak lagi berfungsi. Setelah terbang beberapa jam tanpa kabar, pihak keluarga kemudian dikagetkan dengan berita jatuhnya pesawat AirAsia.

"Kami khawatir karena nomornya tidak bisa dihubungi. Kami terus dapat kabar ada kecelakaan, dan langsung kami ke kantor AirAsia dan ada nama-nama keluarga kami di manifes itu," kata Fandi.

Kabar duka itu kian nyata setelah keluarga mendapat kepastian salah satu jenazah yang ditemukan adalah Themeji. Sweater berwarna merah yang dikenakan Themeji menjadi penunjuk yang membuktikan identitas jenazah perempuan itu adalah adiknya.

Pengusaha butik

Semasa hidupnya, Themeji ternyata adalah pengusaha butik pakaian. Ada sepuluh toko yang dimiliki Themeji di Surabaya di antaranya di Royal Plaza, Tunjungan Plaza, Delta Plaza, dan Pasar Atung.

"Dia selama ini sibuk dari toko ke tokonya yang namanya Planet Wangi," kata Fandi.

Selama ini, Themeji juga dikenal gemar membantu anggota keluarganya yang kesulitan. Kepergian Themeji menjadi kehilangan terbesar bagi keluarga. Apalagi, keluarga Theja Kusuma kehilangan enam anggota keluarganya sekaligus.

Fandi mengatakan, keluarga telah mengikhlaskan kepergian Themeji. Penghormatan terakhir kepada Themeji pun diadakan di sebuah ruang VIP Rumah Duka Adhi Jasa.

0 komentar:

Posting Komentar