"Ada DVI expert dari Singapura dan Korea. Rencananya malam ini datang dan joint operation.
Kami tidak akan tolak dan menerima bantuan dalam bentuk apa pun," kata
Kepala Tim DVI Jawa Timur, Kombes Budiyono di posko ante-mortem, Sabtu.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Awi Setiyono mengungkapkan,
bantuan asing yang hadir itu menambah personel ahli Tim DVI yang saat
ini berjumlah 30 orang. Ahli Tim DVI itu berasal dari kepolisian hingga
ahli forensik dari Universitas Indonesia, Universitas Airlangga,
Universitas Gajah Mada, dan Universitas Brawijaya.
"Mereka yang hadir ada yang expert pathologi, expert sidik jari, sampai expert odonthologi," katanya.
Semakin banyak tenaga identifikasi dikerahkan, Awi menilai kerja
tim DVI akan semakin cepat. Pasalnya, saat ini, seluruh jenazah sudah
berada di RS Bhayangkara yakni berjumlah 30 jenazah.
Dari jumlah itu, sebanyak enam jenazah telah diidentifikasi.
Sementara lainnya, hingga kini masih harus mengantri untuk
diidentifikasi. Sebuah cold storage seukuran peti kemas disiapkan tim DVI untuk memuat 200 jenazah.
Biasanya, untuk satu jenazah diperlukan lima ahli yang terdiri dari
ahli pathologi, ahli odonthologi, ahli antropologi, ahli sidik jari,
dan ahli DNA. Tim DVI berpacu dengan waktu mengingat kondisi jenazah
yang semakin membusuk lantaran tenggelam di air laut.






0 komentar:
Posting Komentar